MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM- Tim pemenangan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel nomor urut tiga, Andi Rudiyanto Asapa dan Andi Nawir Pasinringi akan melaporkan dugaan ketidaknetralan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) se-Sulsel kepada Badan Pengawan Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia.
Laporan tersebut akan disampaikan langsung Direktur Hukum dan Advokasi Tim Pemenangan Garuda-Na, Pice Jehali.
Pice berencana akan mengantarkan langsung aduan tersebut ke Bawaslu RI, besok. Pice akan didampingi Habiburahman, Tim Advokasi Partai Gerindra yang bertugas untuk melakukan advokasi hukum Partai Gerindra di seluruh Indonesia.
"Saya sudah berada di Jakarta hari ini . Besok saya akan membawa langsung laporan ini ke Bawaslu," kata Pice yang dikonfirmasi melalui teleponnya, Kamis (22/11/2012).
Pice mengatakan, dalam laporannya, kubu Garuda-Na meminta kepada Bawaslu untuk turun melakukan supervisi kepada seluruh Panwas di Sulsel.
Garuda-Na menilai, Panwas tidak berlaku adil kepada semua kandidat calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel.
Dia mencotohkan, pencabutan atribut kandidat tidak dilakukan secara merata dan terkesan pilih kasih serta diskriminatif kepada kubu Garuda-Na.
"Di Makassar misalnya, atribut Garuda-Na dibersihkan kok atribut kandidat lain tidak dibersihkan. Ini dilakukan oleh perangkat pemilu yang punya otoritas. Tidak mungkin dilakukan oleh warga," ujar Pice. (*)
Laporan tersebut akan disampaikan langsung Direktur Hukum dan Advokasi Tim Pemenangan Garuda-Na, Pice Jehali.
Pice berencana akan mengantarkan langsung aduan tersebut ke Bawaslu RI, besok. Pice akan didampingi Habiburahman, Tim Advokasi Partai Gerindra yang bertugas untuk melakukan advokasi hukum Partai Gerindra di seluruh Indonesia.
"Saya sudah berada di Jakarta hari ini . Besok saya akan membawa langsung laporan ini ke Bawaslu," kata Pice yang dikonfirmasi melalui teleponnya, Kamis (22/11/2012).
Pice mengatakan, dalam laporannya, kubu Garuda-Na meminta kepada Bawaslu untuk turun melakukan supervisi kepada seluruh Panwas di Sulsel.
Garuda-Na menilai, Panwas tidak berlaku adil kepada semua kandidat calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel.
Dia mencotohkan, pencabutan atribut kandidat tidak dilakukan secara merata dan terkesan pilih kasih serta diskriminatif kepada kubu Garuda-Na.
"Di Makassar misalnya, atribut Garuda-Na dibersihkan kok atribut kandidat lain tidak dibersihkan. Ini dilakukan oleh perangkat pemilu yang punya otoritas. Tidak mungkin dilakukan oleh warga," ujar Pice. (*)
Penulis : Yasdin


0 komentar:
Posting Komentar